Archive for November, 2012


Adalah sebuah kerajaan di negeri antah-berantah, memerintah lah seorang raja yag arif. Ia ditaati rakyatnya karena dermawan. Ia diberkahi Tuhan sebuah negeri yang di penuhi ladang-ladang subur, dan hutan yang di penuhi aneka macam pohon yang berbuah lebat karena kebajikannya. Tambah bahagia hatinya, ketika mendapati bahwa permasuri sedang mengandung anak pertama mereka.
Raja begitu sibuk. Mengurusi negeri yang Ia cintai hingga tak terasa waktu permaisuri melahirkan makin dekat. Dari hari kehari, kini kesibukan Raja yang rendah hati itu bertambah. Ia menyusun rencana, supaya kebahagiaan itu tak cuma jadi miliknya. Jadilah Ia memutuskan untuk menggelar sebuah pesta rakyat setelah kelahiran buah hatinya.

Hari itu tiba. Dentuman suara dari alat musik, melingkupi segala celah kastel yang amat luas itu. Segala makanan terhidang, memenuhi meja-meja besar di alun-alun kastel. Macam-macam buah, serta minuman anggur ada disana. Raja dan permaisuri sang punya hajat bergabung dalam suka ria itu. Bersama seorang puteri cantik dalam gendongannya yang menggeliat pelan.

“Semoga kamu menjadi Puteri yang bijaksana dan rendah hati.” Peri Azzura menggoyangkan tongkatnya ke wajah bayi itu.

“Semoga kamu dikarunia wajah yang mempesona dan kecerdasan yang bermanfaat.” Lavender meniupkan serbuk cahayanya.

Semua undangan mendapat giliran untuk melihat wajah calon penerus raja tentu sambil mendoakannya. Semua larut dalam bahagia. Hingga akhirnya muncul seorang tamu tak diundang, Laverna. Peri peracik ramuan obat yang angkuh.

“Semuanya hadir. Nampaknya aku luput dari daftar undanganmu, Raja ku.”

“Maafkan aku Laverna. Tempat tinggalmu sangat jauh dari sini. Aku tak punya utusan yang bisa mengirimkan undanganku untukmu.”

“Begitukah? Atau kah memang Raja yang bijak telah melupakan aku? Satu-satunya peramu obat di negeri ini.”

“Tentu tidak.”

“Terima kasih yang Mulia. Tapi aku terlanjur sakit hati. Apakah aku boleh turut mendoakan Bayi kecilmu.”

“Laverna.” Wajah sang Raja memancarkan kekhawatiran.

“Semoga kamu tumbuh menjadi Putri yang cantik. Sayangnya kamu akan tertidur panjang jikalau tertusuk jarum, Putri.” Seketika tawa Laverna menguar . Ia mengayunkan tongkatnya ke wajah Putri kecil itu.

Semua yang hadir terkejut. Termasuk para peri itu. Seorang peri dengan sayap berkilauan seperti sinar matahari buru-buru mendekati bayi itu.

“Namun seseorang dengan hati yang tulus, akan datang selamatkanmu.” Sayangnya mantra dari Sunburst barusan tak dapat mengobati luka hati raja dan permaisuri.

Esoknya raja mengumumkan dilarang ada jarum di kastel dan putri tidak boleh dibawa keluar dari kastel.

Bertahun-tahun sang Putri yang bernama Elina itu hidup dalam kungkungan dinginnya tembok istana. Tembok yang menjulang tinggi, yang telah mengasingkannya dari hingar bingar dunia diluar sana. Makin hari wajahnya makin cantik, pikirannya yang cerdas makin brilian dan rasa ingin tahunya makin menguat. Tiap pagi, saat ayah dan ibunya sibuk dengan tugas negara  Putri Elina diam-diam menyamar jadi pelayan dan ikut bersama rombongan pergi ke pusat kota untuk berbelanja kebutuhan istana. Selagi yang lain sibuk dengan tugas masing-masing, Elina berkeliling, mengenyangkan dirinya yang selalu lapar akan pengetahuan. 

Keadaan itu sampai pada telinga Laverna. Ia mendapatkan berita ini dari Orca, seekor burung merpati piaraannya yang memata-matai Elina sejak lama. Mendengar ini Laverna seperti mendapat angin segar. Ternyata dendam itu masih ada di hatinya.

Pada suatu pagi di musim gugur, Elina yang sedang berjalan-jalan dekat pasar menjumpai sebuah kios jasa  penjahitan pakaian. Dengan rasa ingin tahu yang menggebu Elina mendatangi tempat itu. Disana Ia menjumpai seorang ibu, sedang fokus pada kegiatannya. Kegiatan yang begitu asing di mata Elina.

“Permisi, Anda sedang apa?” Tanyanya penasaran.

 

 

Advertisements

Gotta Be You

Zayn Malik 😀

I was working on the proof of one of my poems all the morning, and took out a comma. In the afternoon I put it back again.

Oscar Wilde

One Direction – Little Things 🙂

This is for someone far away from home 🙂

Lihatlah aku Kesatria.

Aku bukan hantu yang mengambang tak punya nyawa.

Aku nyata menjajaki bumi.

Kaki ku bahkan pernah sampai ke tempatmu.

Aku ada dalam benakmu, terus berlarian.

Bahkan terus di samping telingamu, membisikkan.

Itulah sebabnya hatimu aku kuasai.

Wajahmu boleh menghadap kemanapun.

Di dalam hatimu, yang ada hanyalah aku.

KoreanIndo

Menurut salah satu survei, T.O.P terpilih sebagai idola yang dapat membuat seseorang merasa nyaman.

Perusahaan produksi film ‘Double Enjoy Pictures’ baru-baru ini mengadakan survei melalui Nate dari 12 Oktober sampai 7 November. Dalam survei tersebut, mereka meminta netizens untuk memilih siapakah idola yang dirasa terbaik dalam melindungi mereka.

View original post 50 more words

In a thousand years your blog gets dug up and put in a museum. What does the general description on its shiny brass plaque say about all of the posts within?.
Plinky.com

 

Kagak selese2 itu cerpen nyah.. Ide mampat T^T

Cewek itu kayak Barbie, lo bisa beliin dia baju, nelanjangin dia, mainin dia. Tapi yang perlu lo tahu, cowok sejati gak pernah maen barbie…