SleepingFairy

 

Dandelion adalah seorang peri tak bersayap  yang tinggal Fairytopia, sebuah negeri yang ada di seberang bumi yang dihubungkan oleh jembatan bernama pelangi. Yang kadang nampak, kadang tidak. Dandelion bersama dua temannya yaitu Chrysant dan Lavender adalah peri peracik ramuan obat dari berbagai macam bunga. Mereka bersahabat sejak kecil.

Suatu hari, pangeran negeri mereka Pangeran Peach menderita sakit keras. Sudah berkali-kali dan berbagai macam resep obat dibuat untuknya namun Ia tak kunjung sembuh. Seorang peri peracik obat senior bernama Velda ingat, dulu gurunya pernah bercerita tentang  sebuah tanaman obat yang bernama sunburst. Sunburst bisa mengobati segala macam penyakit, tanaman itu tumbuh di hutan dekat jembatan pelangi sebuah tempat terlarang di negeri itu. Karena usianya yang sudah renta, Velda tidak bisa pergi mencarinya. Akhirnya ditunjuklah Dandelion, Chrysant, dan Lavender untuk mencari tanaman sunburst itu.

Sebelum pergi Ratu dan Raja peri membekali mereka simbol berupa kalung dengan bandul lambang keberanian kerajaan Fairytopia. Sehingga jika mereka kesulitan dalam perjalanan, orang-orang akan segera menolongnya karena melihat bandul kalung yang hanya diberikan Raja dan Ratu pada orang-orang yang berjasa bagi kerajaan itu.

Dalam perjalanan mereka tak menemui banyak kesulitan. Hingga sampai lah mereka ke tempat tujuan. Berbekal ciri-ciri yang diterangkan velda mereka mulai mencari tanaman itu. Dandelion mendapatkannya. Ia memetik sebanyak-banyaknya sampai keranjangnya penuh. Ia lalu memanggil Chrysant dan Lavender supaya mereka pun mengisi keranjangnya dengan Sunburst. Tak lama berselang, hujan turun. Mereka berteduh di bawah pohon yang besar.

Hujan reda dan matahari kembali bersinar. Segugus cahaya warna-warni membentang membentuk sebuah jembatan. Fenomena yang tak pernah disaksikan mereka bertiga bahkan seumur hidupnya. Pelangi. Mereka hanya tahu pelangi melalui cerita dari mulut ke mulut. Cerita dari orang tua ataupun guru mereka. Ternyata pelangi tidak mengerikan seperti yang mereka dengar. Melihat pemandangan indah itu Dandelion terlena. Bahkan kedua temannya yang memperingatkan bahwa itu adalah arena terlarang, tak ia dengar sama sekali.

Dandelion meninggalkan keranjangnya yang penuh sunburst. Selangkah demi selangkah Ia berjalan meniti jembatan itu. Ia bermain-main. Menari penuh kebahagiaan diatasnya. Sementara Lavender dan Chrysant hanya diam tak berani menyusul . Dandelion masih asik menari ketika gerimis mulai turun rintik-rintik. Gugusan cahaya itu pun sedikit demi sedikit memudar. Akhirnya ia jatuh ke jurang yang ada di bawahnya. Kabar Dandelion jatuh dari jembatan pelangi akhirnya tersiar ke seluruh Fairytopia. Membuat tempat itu makin dijadikan tempat terlarang.

Sementara itu disebuah tempat bernama bumi, seorang anak laki-laki bernama Liam sedang duduk santai di atas batu besar di tepi sungai. Ia sedang rehat sejenak dari aktivitas Jejak Alamnya. Sengaja Ia memisahkan diri dari kawan-kawannya, karena Ia termasuk pecinta ketenangan. Dihibur merdunya suara air terjun dan belaian angin hutan Liam hampir saja jatuh teridur. Namun gagal karena mendengar suara dentuman benda jatuh ke air. Tak lama, sesosok tubuh perempuan nampak hanyut di aliran sungai itu. Liam menceburkan dirinya dan membawa tubuh itu menepi. Setelah diperiksa ternyata denyut nadinya masih ada. Liam akhirnya membawanya ke kemah.

Di kemah beberapa siswa perempuan menolongnya, menggantikan bajunya yang basah. Namun ada kejanggalan yang mereka tangkap, gadis yang ditolong Liam memakai baju yang sangat aneh, modelnya, bahkan jenis kainnya. Saat gadis itu sadar, mereka pun memanggil Liam. Awalnya Liam bertanya tentang identitas gadis itu, namun gadis itu hanya menjawab dengan pandangan ketakutan.  Tak sengaja Liam melihat bandul kalung yang dipakai gadis itu, sama dengan milik kakeknya. Lambang keberanian dari Fairytopia. Akhirnya Liam dapat ide. Ia minta izin pulang duluan, dengan alasan fiktif bahwa Ia mengenal keluarga gadis yang ditolongnya. Dan Ia harus segera membawanya pulang ke keluarganya karena gadis itu mencoba bunuh diri. Panitia akhirnya mengijinkannya.

Liam tak langsung pulang ke rumah orang tuanya di Perfectown. Ia membawa gadis itu ke tempat tinggal kakeknya di Futureville. Meski merasa bingung dengan segalanya, gadis yang tak mau bicara sejak bangun dari pingsan itu hanya menurut saja. Saat ini hanya Liam, yang mungkin mau berbaik hati menolongnya.

Kakek Liam, Muggy terkejut mendapati Liam membawa gadis itu ke rumahnya apalagi saat melihat gadis itu memakai kalung yang sama dengan miliknya.  kalung dari Fairytopia. Kenangan yang sudah terkubur hampir 40 tahun itu kembali terputar seperti sebuah roll film di memori otaknya.

Setelah mendengar penjelasan Liam bahwa gadis ini tak punya keluarga akhirnya Muggy mengizinkan gadis itu tinggal bersamanya dengan syarat Liam pun harus ikut tinggal bersama mereka.

Orangtua Liam terkejut karena keputusan anak laki-laki mereka untuk memilih tinggal bersama kakeknya itu diputuskan secara mendadak, untung kakeknya mau membantu Liam bicara dengan orang tuanya. Mau tak mau mereka menyetujui karena Liam cenderung memaksa daripada meminta izin.

Gadis yang ditolong Liam akhirnya mau bicara. Sedikit demi sedikit Ia mulai cerita tentang Identitasnya, Fairytopia, dan mengapa ia ada disini saat ini. Ia ingin pulang kembali ke Fairytopia karena rindu pada negerinya, juga sahabatnya. Liam sudah menduga ini tapi Ia tidak tahu cara untuk menolongnya kembali ke Fairytopia. Jadi Liam hanya pura-pura bingung dan menganggap gadis itu mengada-ada.

Disisi lain, Liam berusaha bicara pada kakeknya. Ia yakin bahwa kejadian yang ia alami sekarang  juga pernah benar-benar dialami Kakeknya. Dan Kakeknya tahu cara meneyelamatkan Dandelion, tapi usahanya selalu gagal.

Dandelion mulai akrab dengan Liam dan Kakeknya. Liam mengajaknya jalan-jalan,  memperkenalkan benda-benda bumi secara tak langsung pada Dandelion, dan mengajarkan cara menggunakannya. Lambat laun, Dandelion mulai melupakan Fairytopia, Ia merasa nyaman hidup di bumi bersama para manusia. Kini ia pun bertingkah layaknya manusia biasa. Ia pun menemukan satu hal bahwa ada rasa hangat yang melingkupi hatinya saat bersama Liam.

Suatu hari datanglah Marsha. Ia adalah anak dari teman Ibunya Liam. Dilain pihak, Ibu Liam akhirnya tahu bahwa Liam menyembunyikan gadis yang tak jelas identitasnya. Ibu Liam merasa tak suka dan mengusir Dandelion secara tidak langsung dengan memperalat Marsha. Membuat jarak antara Liam dan Dandelion yang seperti ngarai.  Dandelion jadi tak tahan dengan situasi seperti ini. Rasa sedih itu mengingatkannya pada Fairytopia, tempat yang cukup lama Ia tinggalkan. Ia makin ingin pulang.

Sementara itu di Fairytopia Pangeran Peach sudah sembuh dari sakitya. Ia sempat mendengar kabar tentang Dandelion yang jatuh dari jembatan pelangi saat mencari tanaman obat untuknya. Pangeran Peach jadi terenyuh.

Mersa kasihan, Muggy akhirnya memberitahukan jalan pulang bagi Dandelion. Dandelion pun kembali ke Fairytopia. Kedatangannya disambut baik oleh seisi negeri, begitu pula  pangeran Peach yang sudah lama menunggunya. Pangeran Peach Jatuh hati padanya. Hubungan mereka makin dekat.  Namun Dandelion terus memikirkan Liam. Mungkin itu yang orang bilang sebagai rindu. Begitu pula di bumi, Liam merasakan hal yang sama dengan Dandelion.

Hingga Dandelion tak dapat membendung lagi rasa itu. Ia memutuskan pergi lagi ke bumi, lewat jalan yang dulu diberitahu Muggy. Ia memutuskan untuk menemui Liam dan mengungkapkan perasaannya. Ia berhasil bertemu Liam, seperti gayung bersambut, ternyata Liam pun memiliki perasaan yang sama dengannya. Akhirnya mereka bersatu.  Namun tak segampang itu, karena mereka mendapat banyak rintangan, tentangan  dari orangtua Liam, Marsha, Pangeran Peach serta Kerajaan Fairytopia yang menentang hubungan cinta antara peri dan manusia biasa.

Orangtua Liam yang tak tahu harus berbuat apa, akhirnya mengusir Liam. Begitu pula dengan Dandelion yang di usir dari Fairytopia.  Namun mereka tetap berjuang keras untuk cinta mereka. Mereka tak mau jadi pelarian yang tidak diakui.

Advertisements