Category: Recipe


Ayah dan Ibu selalu tak percaya padahal aku sudah berkata jujur. Di balik tembok besar di ujung kompleks memang ada kebun rahasianya.

“Benar Bu, tembok itu punya pintu rahasia yang kadang bisa terbuka lalu terhubung dengan kebun rahasia. Aku dan Marty melihatnya sendiri.”

Dan pada saat itu biasanya Wolter, abangku yang sulung selalu menimpali dengan “Itu hanya potongan adegan film kartun Muggle Bean and Banana Head yang terlalu dia hayati.”

Membuat Ibu makin tak percaya. “Ibu mengerti Jack.” Sebenarnya ia tidak mengerti. Ia hanya pura-pura mengerti supaya aku tak lanjut bercerita.

Aku baru pulang sekolah. Eleanor, Dakota, Marty dan aku mendatangi tembok besar itu. Waktu aku dan Marty memungut bola baseball kami yang jatuh disini, tiba-tiba temboknya berlubang. Lalu, aku jelas melihat ada kebunnya. Ya dari situ aku melihat kebun. Cuma masalah tembok itu bisa tiba-tiba berlubang aku tidak tahu mengapa.

“Ingat-ingat, waktu itu apa yang kau bilang sampai temboknya terbuka.”

“Aku tidak tahu Marty. Aku benar-benar lupa.”

Kami jadi duduk-duduk saja.

Sudahlah kita pulang saja” Eleanor sudah berdiri dan memakai ranselnya.

“Tunggu dulu.” Cegahku. “Bagaimana kalau seandainya kita pulang, pintu rahasia itu malah terbuka?”

Ia jadi duduk lagi.

Kami sudah duduk hampir satu jam dengan terik matahari musim panas Wolverhampton.

Dakota mengeluarkan sesuatu dari tasnya “Sherbet lemon.” Katanya riang. Ia lalu membagi kami permen itu sama banyak.

Tiba-tiba dari belakang kami ada suara bergemuruh. Dan tak kami duga, ya. Tembok itu terbuka.

“Sherbet lemon? Rasa-rasanya aku tak berkata seperti itu.” Aku bertanya pada diri sendiri.

Marty menyenggol tanganku “Aku yang bilang.”

***

Aku masuk mendahului yang lain.

“Tunggu Jack, jangan terlalu jauh. Bagaimana kalau kau tak bisa kembali?” Cegah Dakota. Tapi aku tak mendengarkannya dan aku tak mau mendengarkannya.

Lihatlah! Begitu masuk aku sudah terkagum-kagum. Sebatang pohon dengan macam-macam buah. Aku kembali melangkahkan kaki.

 

 

 

 

 

Advertisements

One Direction – Kiss You (take Me Home)

(Zayn)
Oh I just wanna take you anywhere that you like
We can go out any day any night
Baby I’ll take you there take you there
Baby I’ll take you there, there
 
(Harry)
Oh tell me tell me tell me how to turn your love on
You can get get anything that you want
Baby just shout it out shout it out
Baby just shout it out
 
And if you
You want me to
Lets make a move, yeah
So tell me girl if everytime we touch
You get this kinda rush.
Let me say yea a yeah a yeah yeah a yeah
 
If you don’t wanna take this slow
If you just wanna take me home
Let me say yeah a yeah a yeah yeah a yeah
And let me kiss you
 
(Zayn)
Oh baby, baby don’t you know you got what I need
Lookin’ so good from your head to your feet
C’mon come over here over here
C’mon come over here yeah
 
(Niall)
Oh I just wanna show you off to all of my friends
Makin’ them drool down their chiney chin chins
Baby be mine tonight, mine tonight
Baby be mine tonight yeah
 
And if you
You want me too
Lets make a move, yeah
So tell me girl if everytime we touch
You get this kinda rush.
Let me say yea a yeah a yeah yeah a yeah
 
If you don’t wanna take this slow
If you just wanna take me home
Let me say yeah a yeah a yeah yeah a yeah
And let me kiss you

4

Penulis: Roald Dahl

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN-13: 9789796867578

Halaman: 80 Halaman

Pernah kah adik-adik merasa marah? Dan kemarahan adik-adik membuat jarinya memiliki kekuatan ajaib untuk mengubah wujud sesuatu sebagai hukumannya karena membuat kalian marah?

Apa?

Tidak mungkin?

Mungkin saja 🙂 Buku ini bercerita tentang seorang gadis yang memiliki Jari Ajaib yang bisa mengubah wujud seseorang. Sampai-sampai ia mengubah Gregg Family yang hobi berburu itik, menjadi sekawanan itik. Tentu bukan itik sungguhan. Mereka hanya mendapat sayap sebagai pengganti kedua tangannya. Pada awalnya mereka menikmati, bisa terbang meliuk di udara. Hingga suatu malam, hujan turun begitu derasnya dan mereka menyadari bahwa mereka tak memiliki tempat tinggal. Karena sarang yang mereka buat sebelumnya sudah rusak oleh air hujan. Dan pagi harinya, mereka dianggap sekawanan itik oleh para pemburu.

Mungkin secara tak langsung Grandpa Dahl mau mengungkapkan bahwa setiap perbuatan jahat itu, pasti ada balasannya. Ia menggunakan tokoh sang pemilik jari ajaib itu, untuk menegaskan: jika kamu bersalah, bersiap-siaplah menerima hukumannya. Adik-adik mau membaca? Jangan lupa minta temani Ayah atau Ibu ya…. 🙂

Adalah sebuah kerajaan di negeri antah-berantah, memerintah lah seorang raja yag arif. Ia ditaati rakyatnya karena dermawan. Ia diberkahi Tuhan sebuah negeri yang di penuhi ladang-ladang subur, dan hutan yang di penuhi aneka macam pohon yang berbuah lebat karena kebajikannya. Tambah bahagia hatinya, ketika mendapati bahwa permasuri sedang mengandung anak pertama mereka.
Raja begitu sibuk. Mengurusi negeri yang Ia cintai hingga tak terasa waktu permaisuri melahirkan makin dekat. Dari hari kehari, kini kesibukan Raja yang rendah hati itu bertambah. Ia menyusun rencana, supaya kebahagiaan itu tak cuma jadi miliknya. Jadilah Ia memutuskan untuk menggelar sebuah pesta rakyat setelah kelahiran buah hatinya.

Hari itu tiba. Dentuman suara dari alat musik, melingkupi segala celah kastel yang amat luas itu. Segala makanan terhidang, memenuhi meja-meja besar di alun-alun kastel. Macam-macam buah, serta minuman anggur ada disana. Raja dan permaisuri sang punya hajat bergabung dalam suka ria itu. Bersama seorang puteri cantik dalam gendongannya yang menggeliat pelan.

“Semoga kamu menjadi Puteri yang bijaksana dan rendah hati.” Peri Azzura menggoyangkan tongkatnya ke wajah bayi itu.

“Semoga kamu dikarunia wajah yang mempesona dan kecerdasan yang bermanfaat.” Lavender meniupkan serbuk cahayanya.

Semua undangan mendapat giliran untuk melihat wajah calon penerus raja tentu sambil mendoakannya. Semua larut dalam bahagia. Hingga akhirnya muncul seorang tamu tak diundang, Laverna. Peri peracik ramuan obat yang angkuh.

“Semuanya hadir. Nampaknya aku luput dari daftar undanganmu, Raja ku.”

“Maafkan aku Laverna. Tempat tinggalmu sangat jauh dari sini. Aku tak punya utusan yang bisa mengirimkan undanganku untukmu.”

“Begitukah? Atau kah memang Raja yang bijak telah melupakan aku? Satu-satunya peramu obat di negeri ini.”

“Tentu tidak.”

“Terima kasih yang Mulia. Tapi aku terlanjur sakit hati. Apakah aku boleh turut mendoakan Bayi kecilmu.”

“Laverna.” Wajah sang Raja memancarkan kekhawatiran.

“Semoga kamu tumbuh menjadi Putri yang cantik. Sayangnya kamu akan tertidur panjang jikalau tertusuk jarum, Putri.” Seketika tawa Laverna menguar . Ia mengayunkan tongkatnya ke wajah Putri kecil itu.

Semua yang hadir terkejut. Termasuk para peri itu. Seorang peri dengan sayap berkilauan seperti sinar matahari buru-buru mendekati bayi itu.

“Namun seseorang dengan hati yang tulus, akan datang selamatkanmu.” Sayangnya mantra dari Sunburst barusan tak dapat mengobati luka hati raja dan permaisuri.

Esoknya raja mengumumkan dilarang ada jarum di kastel dan putri tidak boleh dibawa keluar dari kastel.

Bertahun-tahun sang Putri yang bernama Elina itu hidup dalam kungkungan dinginnya tembok istana. Tembok yang menjulang tinggi, yang telah mengasingkannya dari hingar bingar dunia diluar sana. Makin hari wajahnya makin cantik, pikirannya yang cerdas makin brilian dan rasa ingin tahunya makin menguat. Tiap pagi, saat ayah dan ibunya sibuk dengan tugas negara  Putri Elina diam-diam menyamar jadi pelayan dan ikut bersama rombongan pergi ke pusat kota untuk berbelanja kebutuhan istana. Selagi yang lain sibuk dengan tugas masing-masing, Elina berkeliling, mengenyangkan dirinya yang selalu lapar akan pengetahuan. 

Keadaan itu sampai pada telinga Laverna. Ia mendapatkan berita ini dari Orca, seekor burung merpati piaraannya yang memata-matai Elina sejak lama. Mendengar ini Laverna seperti mendapat angin segar. Ternyata dendam itu masih ada di hatinya.

Pada suatu pagi di musim gugur, Elina yang sedang berjalan-jalan dekat pasar menjumpai sebuah kios jasa  penjahitan pakaian. Dengan rasa ingin tahu yang menggebu Elina mendatangi tempat itu. Disana Ia menjumpai seorang ibu, sedang fokus pada kegiatannya. Kegiatan yang begitu asing di mata Elina.

“Permisi, Anda sedang apa?” Tanyanya penasaran.

 

 

Gotta Be You

Zayn Malik 😀

I was working on the proof of one of my poems all the morning, and took out a comma. In the afternoon I put it back again.

Oscar Wilde

One Direction – Little Things 🙂

This is for someone far away from home 🙂

KoreanIndo

Menurut salah satu survei, T.O.P terpilih sebagai idola yang dapat membuat seseorang merasa nyaman.

Perusahaan produksi film ‘Double Enjoy Pictures’ baru-baru ini mengadakan survei melalui Nate dari 12 Oktober sampai 7 November. Dalam survei tersebut, mereka meminta netizens untuk memilih siapakah idola yang dirasa terbaik dalam melindungi mereka.

View original post 50 more words

In a thousand years your blog gets dug up and put in a museum. What does the general description on its shiny brass plaque say about all of the posts within?.
Plinky.com