Category: Review


Memirs of A Geisha

memoirs

Judul: Memoirs of A Geisha

Penulis: Arthur Golden

ISBN-13: 9789796866526

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Memoar Seorang Geisha mengajak kita memasuki dunia geisha yang penuh rahasia, dunia di mana penampilan sangatlah penting; di mana keperawanan seorang gadis dilelang kepada penawar yang paling tinggi; dimana perempuan-perempuan dilatih untuk memikat laki-laki yang paling berkuasa; dan di mana cinta dicemooh sebagai ilusi belaka.
Seorang gadis kecil ber-iris mata biru jernih seperti air, bernama Sakamoto Chiyo. Hidup di desa nelayan miskin pada tahun 1929. Tak diduga, ayahnya tega menjual ia dan kakak perempuannya pada sebuah rumah gisha terkenal. Sebuah Okiya (kedai teh) milik Nita.
Suatu hari saat sedang meratapi nasibnya ditepi sungai Shirakawa, Chiyo bertemu dengan Iwamura Ken. Di luar kebiasaan, pria terhormat ini mendekati dan menghiburnya. Dari situ, Chiyo bertekat menjadi geisha hanya demi mendapat kesempatan bisa bertemu lagi dengan pria itu, suatu hari nanti. Saat debut jadi giesha Chiyo mengubah namanya menjadi Nita Sayuri. Melalui Sayuri, kita menyaksikan suka duka wanita yang mempelajari seni geisha yang berat; menari dan menyanyi; memakai kimono, makeup tebal, dan dandanan rambut yang rumit; menuang sake dengan cara sesensual mungkin; bersaing dengan sesama geisha memperebutkan pria-pria dan kekayaan mereka.

Perahu Kertas

Penulis: Dewi Dee Lestari

Penerbit: Bentang Pustaka (Mizan Group)

ISBN-13: 9789791227780

Dia Kugy, mungil, penghayal dan berantakan. Seseorang yang mempercayai bahwa dirinya adalah mata-mata utusan Neptunus. Diperkuat fakta bahwa zodiaknya adalah aquarius yang notabene dilambangkan dengan air, air yang juga tempat tinggal Neptunus sang Dewa Laut. Dia adalah seorang penulis dongeng, yang memang beneran kepingin jadi penulis dongeng. Yang baginya jauh dari kesan realistis.

Bertemu dengan seorang Keenan, yang cerdas, artistik, dan penuh kejutan.  Dari tangannya mewujud lukisan-lukisan magis. Kugy belum pernah bertemu dengan seseorang yang lebih tampan dari tokoh utama di buku bacaan Candy Candy-nya sebelumnya, sampai pada akhirnya berdiri lah seorang Keenan dihadapannya.

Dalam planet bernama Realitas, Kugy dan Keenan bisa jadi berlainan. Namun dalam dunia bernama Impian, mereka adalah sepasang manusia yang saling membutuhkan. Tanpa ilustrasi dari Keenan, dongeng Kugy mungkin hanya lembaran kertas yang dibundel dengan ring logam. Dengan dongeng Kugy, Keenan mewujudkan lukisan yang luar biasa.

Diantara rintangan dan takdir yang seperti teka-teki, akan kah dongeng dan lukisan itu bersatu??

Inilah sebuah kisah tentang kejujuran hati. Keterbukaan perasaan, tapi terhalang oleh perasaan lain. Perasaan-perasaan yang tumbuh tanpa cinta, saling membohongi, saling berpura-pura.

Inilah dongeng tentang perjalanan mencari kisah cinta sejati. Seperti perahu kertas, meski terombang-ambing oleh arus ia tahu kemana tempatnya harus berlabuh. Begitu pula hati. Hati itu dipilih, bukan memilih. Karena hati dipilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh….

 

1Z3_the_twits

Penulis: Roald Dahl

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

ISBN-13: 9789792202755

Siapa kah orang paling buruk dan bau di dunia?? Jawabannya adalah Mr. and Mrs. Twits. Mereka tidak pernah mandi, suka menyiksa binatang dan sangat membenci anak-anak. Mereka membenci segalanya. Mereka juga punya selera humor yang aneh dan kejam. Pernah suatu hari Mrs. Twit mengerjai suaminya dengan memasukkan cacing ke dalam spaghetti Mr. Twit. Dan Mr. Twit membalasnya dengan menerbangkan Mrs. Twit menggunakan balon.

Binatang yang mereka siksa diantaranya monyet-monyet Muggle-Wump yang disuruh jungkir balik selama berjam-jam dan burung Roly-Poly untuk Kue Pai Burung mereka. Berhasilkah binatang-binatang itu membalas kejahatan The Twits??

Jangan lupa minta ditemani orang tua saat baca buku ini ya….

MATILDA

Matilda

Judul Buku: Matilda

Penulis: Roald Dahl

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Halaman: 261 Halaman

ISBN-13: 9789795111672

Bahasa: Indonesia

Matilda Wormwood, seorang gadis kecil yang jenius.  Ia sudah bisa membaca di usianya yang baru empat tahun, membaca buku Charles Dickens, dan pergi ke perpustakaan kota sendirian. Hal ini bertolak belakang dengan kondisi keluarganya. Ayah matilda Mr. Wormwood memiliki usaha jual-beli mobil bekas yang pandai mengelabui pembelinya. Caranya dengan menambahkan serbuk gergaji ke dalam mesin mobil bekas sehingga nyala mesinnya terdengar seperti masih bagus. Sementara ibunya tiap hari pergi bermain Bingo. Sedangkan kakak laki-lakinya hanyalah bocah biasa.

Matilda memiliki hobi yang sangat dibenci kedua orangtuanya: MEMBACA BUKU. Karena menurut mereka membaca adalah sesuatu yang menjengkelkan. Sementara sebaliknya, mereka lebih suka menonton televisi, bahkan mereka menyantap makan malam di ruang televisi sambil menonton acara TV favorit mereka. Dan inilah yang sangat menyiksanya. Matilda sangat bertolak belakang dengan keluarganya.

Hingga pada suatu hari Matilda dimasukkan ke sekolah dasar. Ini lah yang membuatnya sangat senang. Bertemu dengan Miss Jennifer Honey, seorang guru yang lemah lembut, baik hati dan sangat menyayangi anak-anak, membuat Matilda dekat dengannya. Disekolah itu ia bertemu dengan seorang teman bernama Lavender. Kedua anak ini sama-sama tidak menyukai Miss Trunchbull, seorang kepala sekolah yang galak, berbadan gemuk, dan selalu memakai coat hijau. Miss Trunchbull adalah pembenci anak-anak, yang paling dibencinya adalah Amanda Thrimpp. Seorang anak perempuan berkepang dua. Miss Trunchbull adalah kepala sekolah yang sangat bengis dan kejam.

Berurusan dengan kebengisan Miss Trunchbull  mengemukakan sebuah fakta bahwa Matilda memiliki kekuatan supra natural. yaitu bisa menggerakkan benda-benda menggunakan tatapan matanya.

Menurutku bimbingan orangtua berperan penting, ketika seorang anak membaca buku ini. Banyak penjelasan yang harus diberikan orang dewasa. Salah satunya ketika Matilda dipaksa oleh ayahnya makan malam sambil menonton televisi, ia marah. Karena baginya menonton televisi adalah hobi yang menjengkelkan. Ia memang duduk di depan televisi, tapi bukannya menonton. Kemarahannya mendorong kekuatan supra naturalnya untuk merusak televisi itu.

Dan ini Roald Dahl banget. Grandpa Dahl adalah seorang PEMBENCI TELEVISI. Dua buku karyanya secara tersirat mengungkapkan betapa ia sangat membenci televisi. Salah satunya buku ini.

Nah adik-adik, tertarik untuk baca buku ini?? Kakak sarankan deh, karena di dalamnya bukan hanya untaian kata berlembar-lembar. Ada beberapa ilustrasi keren yang dibuat oleh Quentin Blake. Dan, hobi membaca memang lebih baik dari pada menonton. Selamat membaca. Jangan lupa minta ditemani Ayah, Ibu, atau Kakak ya….

🙂

 

CHARLIE AND THE CHOCOLATE FACTORY

Image

Penerbit :    Gramedia Pustaka Utama
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    979686889x
ISBN-13 :    9789796868896
Tgl Penerbitan :    2002-07-00
Bahasa :    Indonesia
Halaman :    200 halaman
Ukuran :    135x200x0 mm

 

Adalah seorang anak laki-laki bernama Charlie Buckets yang tinggal disebuah rumah yang terdiri dari enam orang tua yaitu orang tua Charlie, Mr. and Mrs. Buckets, Grandpa George dan Grandma Georgina, serta Grandpa Joe dan Grandma Josephine. Mereka adalah keluarga yang sangat sederhana, menu makan tiap malamnya pun hanyalah sup kubis. Mr. Buckets adalah seorang pekerja di pabrik pasta gigi, bagian memasangkan tutup pasta pada tubenya. Jadi sekeras apapun ia bekerja, sebanyak apapun ia memasang tutup pada tube pasta gigi, upahnya akan tetap sama. Apalagi teknologi mulai maju dan tenaga Mr. Bucket di pabrik itu tergantikan oleh mesin-mesin canggih.

Keluarga Buckets tinggal tak jauh dari sebuah pabrik cokelat milik Willy Wonka. Harum aroma cokelat yang sedang dimasak, inilah yang sangat menyiksa Charlie membuatnya ingin merasakan betapa nikmat cokelat. Namun, ia tidak memiliki uang untuk sekedar membeli sebatang cokelat. Bagi Charlie, cokelat adalah sebuah barang mewah. Mengapa? Karena ia hanya mendapatkannya sekali dalam setahun. Kedua orang tua Charlie biasanya memberikan cokelat favoritnya, WONKA’S WHIPPLE-SCRUMPTIOUS FUDGEMALLOW DELIGHT hanya pada hari ulang tahunnya. Ia akan mengunyahnya pelan-pelan, cukup satu kunyahan setiap hari. Charlie mengunyah perlahan hingga rasa coklat menyebar ke seluruh mulutnya, hingga sebatang cokelat itu habis dalam kurun waktu berminggu-minggu.

Wonka’s Chocolate Factory adalah penghasil produk cokelat terlezat di dunia. Namun pabrik ini sangatlah tertutup. Tidak ada satu orang pun yang nampak keluar masuk ke pabrik itu, dan tidak ada yang tahu siapa sebenarnya yang bekerja disana. Karena Mr. Wonka sendiri, tidak mempekerjakan manusia. Dulunya, pabrik ini memiliki banyak pegawai. Namun karena ada mata-mata penyusup yang mencuri resep cokelat Mr. Wonka hingga produk andalannya dimiliki pesaingnya, akhirnya  Mr. Wonka memecat seluruh pegawainya.

Namun pada suatu hari, sebuah berita gempar datang dari pemilik pabrik cokelat itu. Lima tiket emas di selipkan di tiap bungkus cokelat produk Wonka dan mereka yang beruntung mendapatkannya adalah yang berhak masuk untuk berwisata di dalam pabrik cokelat milik Mr. Wonka. Tentu saja orang-orang di seluruh dunia berbondong memburu cokelat Wonka, demi mendapatkan kunci masuk ke pabrik ajaib itu. Begitu pula Charlie, yang sebentar lagi memasuki hari ulang tahunnya dan berharap ada keajaiban disana. Mungkin saja, cokelat hadiah dari orang tuanya adalah yang berisi tiket emas. Dan, pada hari itu juga tiket emas pertama ditemukan oleh seorang anak laki-laki bernama Augustus Gloop. Seorang anak yang sangat suka makan. Ia mampu memakan puluhan batang cokelat sehari. Maka tak heran, jika Ia menemukan tiket emas itu.

Di lain hari, Veruca Salt, seorang anak yang orangtuanya kaya raya dan sangat dimanja merengek, meminta tiket emas itu pada ayahnya. Pengusaha pemilik pabrik kacang, yang tidak tahan mendengar rengekan anaknya yang menginginkan tiket emas Mr. Wonka itu, kemudian membeli bertruk-truk cokelat Mr. Wonka dan menyuruh para pekerjanya yang biasanya bekerja mengupas kacang, untuk membuka bungkus cokelat itu. Beberapa hari kemudian, didapatkanlah tiket emas itu di antara ribuan cokelat yang diborong oleh Mr. Salt. (sebenernya pegawai yang nemuin itu tiket gak mau ngaku, kalo dia nemu dan berniat untuk mengambilnya. tapi keburu ketahuan)

Dengan itu, tinggal tiga tiket yang tersisa untuk bisa mengunjungi pabrik coklat Mr. Wonka. Harapan selalu ada, meskipun itu kecil. Itulah yang dibisikkan oleh orang-orang di rumah kecil itu di hari ulang tahun Charlie. Charlie berharap, keberuntungan datang kepadanya di hari ulang tahunnya. Namun ternyata, ia belum beruntung. Coklat ulangtahunnya hanyalah sebatang coklat biasa. Kakek dan nenek Charlie membesarkan hatinya, bahwa meskipun ia tidak beruntung, ia masih memiliki sebatang coklat terenak di dunia.


Dua tiket emas mulai ditemukan lagi. Orang ketiga yang beruntung adalah seorang anak perempuan bernama Violet Beauregarde, yang sebenarnya tidak suka coklat! Violet adalah seorang maniak permen karet. Ia mengunyah permen karet kapanpun dan dimanapun. Bahkan ia senang menyimpn permen karet yang sudah dikunyahnya untuk kemudian dikunyah lagi. Ia juga senang menempelkan permen karet yang dikunyahnya dibalik telinga, untuk dikunyah lagi nanti.

Orang keempat adalah seorang anak lelaki bernama Mike Teavee yang sangat gemar menonton TV. Seharian hidupnya adalah di depan TV. Acara TV favoritnya adalah film action dengan mafia dan gangster yang saling tembak menembak tiada henti. Mike bahkan mengusir wartawan yang ingin mewawancarai dirinya karena ia mau menonton TV.

Charlie sudah pasrah ketika itu, karena tidak mungkin ada kesempatan baginya untuk bisa membeli cokelat Willy Wonka lagi. Hingga suatu hari, Grandpa Joe yang baik memberikan sekeping uang tabungannya yang sangat berharga kepada Charlie. Charlie bergegas membeli coklat dan membawanya pulang. Mereka menyobek bungkusan coklat dengan perlahan untuk melihat apakah tiket emas itu ada di sana. Sayangnya, kali  ini Charlie masih belum beruntung…

Musim dingin tiba, membuat keluarga itu kedinginan dan juga kelaparan. Ditambah lagi, Mr. Bucket ayah Charlie terkena PHK, sehingga mereka sekarang hanya bergantung pada uang tabungan Mr. Bucket yang jumlahnya tak seberapa. Jumlah makanan setiap harinya semakin sedikit, membuat mereka makin kelaparan setiap harinya. Apalagi bagi Charlie kecil yang dalam masa pertumbuhan. Ia membutuhkan banyak makanan yang bergizi, dan ia selalu lapar. Tapi, tidak ada yang bisa dilakukan Charlie. Ia adalah anak yang sangat baik hati. Charlie menolak menerima jatah sarapan ibunya yang diberikan kepadanya. Ia juga memutuskan untuk berangkat ke sekolah lebih awal dan bergerak lebih sedikit untuk menghemat tenaganya. Ia sangat lapar, tapi tidak pernah mengeluh.

Hingga suatu hari, ia menemukan sekeping uang logam 50 penny di jalan! Charlie memungutnya, setelah yakin bahwa tak ada seorang pun yang mencari uang itu. Ia bergegas pergi ke toko terdekat dan membeli sebatang cokelat WONKA’S WHIPPLE-SCRUMPTIOUS FUDGEMALLOW DELIGHT favoritnya. Ia berniat untuk memberikan kembalian uang itu kepada ibunya, agar mereka sekeluarga bisa makan hari itu. Setelah sebatang cokelat habis dilahapnya, karena ia memang sanggattt kelaparan, Charlie tak bisa menahan dirinya untuk membeli sebatang cokelat lagi. Uang kembalian yang ia terima masih cukup untuk diberikan kepada ibunya nanti. Ia pun membeli lagi sebatang cokelat favoritnya, ketika akhirnya keajaiban memutuskan untuk tersenyum kepadanya. Ya! Ia mendapat tiket emas terakhir!!!

Charlie bergegas pulang dan menceritakan semuanya kepada anggota keluarganya, yang disambut dengan sangat antusias oleh mereka. Disebutkan bahwa salah anggota keluarga diperbolehkan menemani anak mereka masuk ke dalam pabrik cokelat Mr. Wonka. Grandpa Joe, yang baik hati dan pandai bercerita, juga kakek yang paling dekat dengan Charlie, ingin menemani Charlie. Orangtua Charlie memutuskan bahwa Grandpa Joe adalah orang terbaik untuk menemani Charlie ke petualangannya di pabrik Mr. Wonka. Selain itu, karena Grandpa Joe adalah mantan pegawai di pabrik cokelat milik Mr. Wonka.

Pagi harinya, tanggal 1 Februari tepat pukul sepuluh, lima orang anak dan orang tua mereka masuk ke dalam pabrik Mr. Wonka yang sudah tertutup selama sepuluh tahun itu, dan memulai petualangan mereka di dunia ajaib yang diciptakan oleh si Jenius itu. Mulai dari sungai cokelat, rumput manis yang bisa dimakan, televisi yang berfungsi sebagai alat teleportasi, tupai-tupai cerdas pengupas almond, produk yang akan segera di luncurkan: permen karet dengan rasa abadi (rasanya ganti2 loh) Dan yang paling penting, akhirnya mereka tahu sebuah rahasia: Mr. Wonka mempekerjakan para Oompa Lompa, manusia kerdil dari Loompsland dengan jumlah yang sangat banyak.

Namun petualangan itu tak berjalan mulus, karena satu persatu peserta tak dapat menyelasaikan tournya oleh sebab perbuatan mereka sendiri. Saya salut, ternyata pabrik milik Wonka ini bisa mengungkapkan jati diri seseorang melalui tingkah lakunya selama tour di dalam pabrik itu.

Jujur, ini buku yang sangat keren dan layak dinikmati dari generasi ke generasi. Two thumbs up for the writer, Grandpa Roald Dahl. Buku ini pertama kali diterbitkan tahun 1964. Namun ketika saya membacanya tahun 2003 (kelas 1 SMP, 11 tahun) ini sangat bisa banget dinikmati sekali oleh saya. Seorang anak kecil dari abad 21.

Membayangkan bentuk, rupa, warna, rasa, aroma, leleran cokelat wonka yang dideskripsikan disana saya bener-bener enjoy, ngiler, dan mulai suka jajan cokelat. Tadinya saya adalah tipe anak yang tak begitu suka pada makanan manis (termasuk kue lebaran), namun karena produk-produk ajaibnya Mr. Wonka saya jadi berubah 180 derajat.

Novel ini juga pernah dibuat versi layar lebarnya (lupa tahun berapa). Dengan Johny Depp (pemeran Jack Sparrow, Pirates of  The Caribbean) yang memerankan karakter Willy Wonka. Jujur saya menikmati filmnya karena nyaris mirip dengan novelnya. Lembaran novel yang dihidupkan. Saya tidak merasa kecewa, seperti halnya ketika menonton novel best seller lainnya yang kadang kala berbeda alurnya ketika diangkat jadi film (maaf .___.V).

Novel ini memberi pembaca nilai plus, yaitu tentang kesederhanaan, saling mengasihi, dan betapa berharganya rasa saling memiliki antar sesama anggota keluarga.

Dan buat para penggemar cokelat, silahkan membaca buku ini (dianjurkan) dan mulai lah berfantasi ria dengan berbagai cokelat, permen, marshmallow yang ajaib yang belum pernah anda nikmati sebelumnya.

🙂